Selasa, 09 Februari 2010

arghhhhhhhhhhhhhhhhhh

arghhhhhhh
Kau benar,
Cintaku
Memang loakan
Yang pantas
Dibuang di kuburan
Biar pergi darimu,
Pergi jauh..
Jauh…
Melampaui kiamat nanti…

Kau benar,
Cintaku
Hanya sebongkah batu,
Yang bermimpi
Jadi permata
Harapnya bisa melayang
Di atap lazuardi,
Bertahta
Di bahtera langit
Menari
Memakai selendang jingga..
Namun tanpa tahu,
Bumi pun tak sudi dipihaknya..

Pergilah kau!
Pergilah jauh!
Jangan dengar harapku
Jangan dengar aku..
Jangan sekali pun
Kau janjikan
Cinta semegah fajar
Karena balasku
Tak lebih bagus
Dari pengkhianatan
Jangan pula
Kau menjanjikan
Kesetiaan biru
Yang membumbung
Dibawa bidadari
Karena balasku
Tak akan lebih indah
Dari kematiaan

arghhhhhhhhhhh

SUAKA MARGA CINTA

haruskah seperti AKU membaca kidung agung dalam Injil
wajib kuulangi tiap keteguhan baris katanya
yang kau ucapkan dengan monolog tak terdengar
seperti captain jack teriakkkan

andai aku seorang nenek2
nenek2 pun tak mau meminta-mintanya pada kakek
“apakah gunung masih tinggi, apakah laut masih asin?
karena sudah lama tak kusihir asam dan garam
dengan tongkat sihir yang mungkin akan segera kupatahkan

ini bukan milikmu yang kupinjam
yang kau harus kau tanya-tanyakan,
karena takut rusak, hilang
atau dilarikan anjing kelaparan
tapi ini punya kita,sedikit aku memaksa
akuilah ini meski tak mungkin
akuilah
maka seperti sorakkan pecinta alam
kita sorakkan:
“bersama kita jaga dan lestarikan
suaka marga cinta kita”
dan pda akhirnya,jiwa ini tetap tak berpijak pda tempat yang semestinya,terus bertanya dan bertanya,dusta pada diri sendiri dan hati yang sharusnya kuikuti, lalu apa ketika jwabannya sbenarnya aku tahu tp tetap terus tersembunyi,atau memang aku yang sembunyikan?aku pun merasa kehilangan aku yang sbenarnya lalu apkah ak...u?? ingin rasanya berada di dunia mimpi dmna semuanya bisa terjadi dan mungkin tak prnah slah...

ingin aku bisa menjadi seseorang yang kau percaya
bukan hanya sebagai seseorang yang hanya mampu memndangmu dari kejauhan
ingin rasa nya aku bisa bersandar padamu
kepada pangeran pagiku kusampaikan
tak sekalipun aku pernah berharap lebih dari ini
mencintaimu seperti ini
adalh kebahagiaan yang terindah
meski menimbulkan gundah yang tak kunjung sudah

aku sebenarnya sudah lelah
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di sore ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

huh sekali lagi kusampaikan pada sang pangeran pagiku
aku masih menunggu sekian hari....

Kamis, 04 Februari 2010

aku yang tak pernah tahu

aku di umur 20
Semua manusia hidup untuk menunggu mati
MENGAPA? Manusia takut mati tapi suka tidur dan mimpi indah apakah ia tahu mungkin saja kematian itu hanyalah seperti tidur dan mimpi indah
Banyak manusia tertawa padahal jatahnya menghirup udara berkurang tiapa mereka meniup lilinnya.
Jika ada yang menjaminku aku rela meninggalkan udara
Andai nanti aku terlahir kembali
Jadikanlah aku layaknya burung di udara dalam kebebasannya dan bukan manusia
Meninggalkan bagiku lebih baik daripada dtinggalkan setidaknya tinggal urusan ku denganNya dan bukan lagi dengan manusia yang layaknya air dalam kubangan.
Satu lagi andai saja mungkin aku terlahir kembali sungguh aku ingin mengingat bahwa aku pernah menulis ini, dan aku bahagia untuk aku yang telah lahir kembali.

BERTERIAKLAH WAKTU
Dunia kadang menjadi lautan jingga
Dunia kadang menjadi samudra biru
Jingganya pagiku dan waktu
Birunya hariku dan dia

Aku hanya dapat mengabur sepercik harap
Dalam angan yang belum terungkap
Lewat bingkisan nada-nada syahdu
Lewat hening yang tak kunjung pudar

Lalu lewat hati yang bicra tentang indah
Hugh.. sampai kini hanya menatapnya
Lewat ujung mata
Lalu mengharap berteriaklah waktu
Dan sampaikan pada pangeran pagiku
Aku masih menunggu sekian hari…